close
close

Pengertian Romusa (Buruh/Pekerja)




Pengertian Romusa
(Buruh/Pekerja)


Desember 30, 2014 by Sugi Arto

Romusha ( buruh, pekerja) adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusa adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusa. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti - perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. (Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Bab I Pasal 1 ayat 2).

Romusa adalah sebuah kata Jepang yang berarti semacam “serdadu kerja” yang tenaganya dibutuhkan demi kepentingan perang pasifik yang dialami Jepang melawan tentara sekutu pada Perang Dunia II.

Dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia (1990:248), romusa asal kata dari bahasa Jepang yang berarti kuli atau tenaga kerja.Lebih lanjut diterangkan Romusa adalah nama barisan pekerja Jawa yang tidak termasuk bagian ketentaraan akan tetapi umumnya dipekerjakan di garis belakang dari berbagai medan pertempuran.

Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia (1984:2934), romusa adalah tenaga kerja paksa di dalam pendudukan Jepang yang dipekerjakan di sarana strategis demi kepentingan pertahanan Jepang dan mengalami perlakuan lebih buruk dari pada kerja rodi zaman Belanda.

Dalam bahasa Jepang, romusha berarti “pahlawan kerja”. Romusha di Indonesia dipakai untuk menyebut tenaga kerja paksa di zaman pendudukan Jepang (1942–1945). Para romusha dipekerjakan untuk kepentingan membangun pertahanan pasukan Jepang. Romusya adalah rakyat yang dikerahkan oleh militer Jepang untuk membuat jalan, jembatan, rel kereta api dan sebagainya dalam Perang Dunia II di wilayah pendudukannya; banyak diantara mereka yang mati karena penderitaan.

Apapun artinya, romusa adalah orang-orang yang dipaksa kerja berat di luar daerahnya,selama pendudukan Jepang bagi kepentingan tercapainya kemenangan akhir. Waktu itu setiap kepala keluarga diwajibkan menyerahkan seorang anak lelakinya dibawah usia 30 tahun untuk berangkat menjadi romusa. Tenaga- tenaga tersebut didatangkan dari Jawa sebagai pulau yang paling padat penduduknya untuk dikirim dan dikerahkan ke proyek-proyek tentara Jepang di Jawa dan pulau-pulau lain bahkan hingga ke Singapura dan Thailand.

Ketika perang pasifik pecah yang diawali dengan serangan udara mendadak Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor, Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941. Saat itu pulalah dimulainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Jepang. Tentu saja peperangan antara kedua kubu tersebut membutuhkan biaya, tenaga dan bahan makanan yang tidak sedikit.
Pengertian Romusa  (Buruh/Pekerja)


Dalam waktu yang sangat singkat Angkatan Perang Jepang telah dapat merebut dan menduduki hampir seluruh wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda. Hingga pada tanggal 8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Maka berakhir pulalah pemerintahan penjajahan bangsa Belanda di Indonesia digantikan oleh penjajahan bangsa Jepang.

Pada akhir tahun 1942 keadaan perang pasifik semakin menyulitkan tentara Jepang untuk mencapai obsesinya sebagai negara ekspansionis yang sukses dan satu-satunya di wilayah Asia.Jika pada awal peperangan Jepang bertindak agresif-ofensif, selalu menyerang. Maka pada awal tahun 1943 tentara Jepang lebih bersifat defensif dari serangan balik Amerika Serikat sehingga Pimpinan tentara Jepang merencanakan siasat perang selama mungkin untuk menahan dan menghambat kemajuan tentara sekutu. Untuk keperluan itu tentara Jepang sangat membutuhkan bantuan tenaga dari bangsa Indonesia yang menjadi daerah jajahannya.

Di pulau Jawa menyimpan sumber daya yang melimpah dan dapat dimanfaatkan adalah penduduknya.Oleh Jepang,penduduk tersebut dimanfaatkan tenaganya sebagai sumber daya penting selain sumber alam. Maka jutaan orang dimobilisasi sebagai romusa untuk melakukan pekerjaan berat di dalam dan luar pulau Jawa bahkan sampai ke luar wilayah Indonesia.

Pada awalnya romusa di pekerjakan sebagai tenaga produktif di perusahaan-perusahaan, kedudukannya seperti buruh biasa. Kebijakan mobilisasi mereka ke luar Jawa dimaksudkan untuk menciptakan produktivitas akibat pengurangan produktivitas pertanian dan perkebunan di Pulau Jawa. Memasuki pertengahan tahun 1943, kebijakan pengerahan romusa berubah menjadi usaha eksploitasi. Pengambilan dan penempatan romusa oleh Angkatan Perang dilakukan dengan serius. Ada tiga alasan mengapa eksploitasi romusa dilakukan. Pertama, kondisi perang Pasifik semakin memburuk bagi Jepang. Kedua, adanya tuntutan memenuhi kebutuhan sendiri (swasembada) bagi setiap Angkatan Perang di daerah pendudukan. Ketiga, adanya motivasi ekonomi yang merupakan tujuan utama imperialisme Jepang ke Indonesia. Keempat, Jepang kekurangan tenaga dalam peran mensukseskan Perang Pasifik yang sedang dijalaninya guna untuk membuat kubu – kubu pertahanan, lubang-lubang pertahanan, lapangan-lapangan udara , rel kereta api, pertambangan batu bara, perkebunan jarak sebagai minyak dan sebagainya.

Mulai saat itu tenaga romusa bukan hanya diperlukan untuk eksploitasi ekonomi,tetapi juga diperlukan untuk proyek-proyek yang secara langsung berkaitan dengan perang. Pada taraf ini permintaan terhadap romusa menjadi tak terkendali. Di setiap desa dan wilayah, laki-laki dan perempuan usia produktif diinventarisir oleh kepala desa atau kepala wilayah dan kemudian mereka dikenai kewajiban kerja tanpa terkecuali. 

Sumber :
  1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Bab I Pasal 1 ayat 2.
  2. www.artikata.com,
  3. Astuti,Meta Sekar Puji.2008.Apakah Mereka Mata-Mata?:Orang-Orang Jepang Di Indonesia (1868-1942).Yogyakarta: Ombak,
  4. Badadu,J.S. 2005.Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia.Jakarta:Kompas,
  5. Isnaeni,Hendri F.2008.Romusa :Sejarah Yang Terlupakan (1942-1945).Y





ansi-language: IN;">
Share This Article
Komentar Anda