close
close

Dasar Dan Tujuan Pemidanaan


By Sugi Arto

Dasar Dan Tujuan Pemidanaan
Dasar Dan Tujuan Pemidanaan

Dasar Dan Tujuan Pemidanaan. Pemidanaan bisa diartikan sebagai tahap penetapan sanksi dan juga tahap pemberian sanksi dalam hukum pidana. Kata “pidana” pada umumnya diartikan sebagai hukum, sedangkan “pemidanaan” diartikan sebagai penghukuman. Doktrin membedakan hukum pidana materil dan hukum pidana formil. J.M. Van Bemmelen (Leden Marpaung, 2005 : 2) menjelaskan kedua hal tersebut sebagai berikut :

Hukum pidana materil terdiri atas tindak pidana yang disebut berturut-turut, peraturan umum yang dapat diterapkan terhadap perbuatan itu, dan pidana yang diancamkan terhadap perbuatan itu. Hukum pidana formil mengatur cara bagaimana acara pidana seharusnya dilakukan dan menentukan tata tertib yang harus diperhatikan pada kesemptan itu.

A. Dasar Pemidanaan


Tujuan hukum pidana adalah untuk melindungi kepentingan orang perseorangan atau hak asasi manusia dan masyarakat. Tujuan hukum pidana di Indonesia harus sesuai dengan falsafah Pancasila yang mampu membawa kepentingan yang adil bagi seluruh warga Negara.

1. Ketuhanan


Pidana adalah tuntutan keadilan dan kebenaran Tuhan. Tidak boleh ada pemidanaan karena dendam dan pembalasan, melainkan pelaku telah berdosa. Hakim bertindak atas kekuasaan yang diberikan oleh Tuhan, sedangkan negara bertindak sebagai pembuat Undang-undang. Penguasaan adalah abdi Tuhan untuk melindungi yang baik dan menghukum yang jahat.

2. Falsafah


Berdasarkan ajaran kedaulatan rakyat dari J.J.Roussdau, bearti ada kesepakatsn fiktif antara rakyat dan negara, itu bearti rakyat berdaulat dan menentukan pemerintahan. Kekuasaan negara adalah kekuasaan yang diberikan oleh rakyat, setiap rakyat menyerahkan sebagian hak azasi kepada negara dengan imbalan perlindungan untuk kepentingan hukumnya dari negara.

3. Perlindungan Hukum (Yuridis)


Dasar dari pemidanaan ini adalah bahwa penerapan hukum pidana adalah utuk menjamin ketertiban hukum.

Menurut pendapat saya adanya tujuan pemidaan adalah langkah yang baik agar dalam pemidanaan agar ada arah yang jelas dan terukur dalam pemidanaan, oleh karena itu dalam penetapan tujuan pemidanaan sebaiknya mepertimbangkan keadaan nyata yang muncul disebabkan adanya pelanggaran hukum pidana, bukan menekan pada harapan dimasa yang akan datang yang abstrak supaya dapat mencegah bentuk pelanggaraan yang akan terjadi. Dan dalam penjatuhan pidana sebaiknya memperhatikan parameter keadilan dan hak asasi manusia.

B. Tujuan Pemidanaan


Menurut para ahli tujuan hukum pidana adalah :
  1. Memenuhi rasa keadilan (WIRJONO PRODJODIKORO),
  2. Melindungi masyarakat (social defence) (TIRTA AMIDJAJA),
  3. Melindungi kepentingan individu (HAM) dan kepentingan masyarakat dengan negara ( (KANTER DAN SIANTURI),
  4. Menyelesaikan konflik (BARDA .N)

Tujuan Pidana (Menurut literatur Inggris R3D) :
  1. Reformation, yaitu memperbaiki atau merehabilitasi penjahat menjadi orang baik dan berguna bagi masyarakat.
  2. Restraint, yaitu mengasingkan pelanggar dari masyarakat sehingga timbul rasa aman masyarakat
  3. Retribution, yaitu pembalasan terhadap pelanggar karena telah melakukan kejahatan
  4. Deterrence, yaitu menjera atau mencegah sehingga baik terdakwa sebagai individual maupun orang lain yang potensi menjadi penjahat akan jera atau takut untuk melakukankejahatan, melihat pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa.

Adapun yang menjadi tujuan Pidana adalah sebagai berikut :

a. Pembalasan

Bertujuan terhadap :
  1. Subyek, kesalahan si pelaku,
  2. Obyek, perbuatan pelaku.

b. Preventif (pencegahan)

Bertujuan untuk mempertahankan ketertiban masyarakat :
  1. Umum (generale preventie), pencegahan terhadap masyarakat agar tidak melanggar ketertiban dengan cara memenjarakan agar takut. Menurut Anselm von Feuerbach, Psychologische zwang, pidana membuat menimbulkan paksaan atau tekanan psikologis adanya ancaman yang berat, dan
  2. Khusus (speciale preventie), pencegahan agar si penjahat tidak mengulangi kejahatan.

c. Respresif (medidik) atau perbaikan (verbetering)

Bertujuan untuk mendidik seseorang yang pernah melakukan perbuatan tidak baik menjadi baik dan dapat diterima kembali dalam kehidupan bermasyarakat.

d. Tidak berdaya (onschadelijk)

Bertujuan terhadap penjahat yang tidak dapat diperbaiki lagi maka pidananya dapat bertujuan untuk menyingkirkan.

e. Memperbaiki kerugian masyarakat

Bertujuan bahwa pidana untuk memperbaiki kerugian masyarakat pada masa yang lalu sebagai akibat perbuatan jahat.

f. Gabungan

Bertujuan agar pidana membuat pembalasan dan mempertahankan ketertiban.

Dasar hukum:


Kitab Undang Undang Hukum Pidana

Share This Article
Komentar Anda