close
close

Jenis Dan Penggunaan Nama Bersama Persekutuan Firma


Jenis Dan Penggunaan Nama Bersama Persekutuan Firma -  Firma merupakan salah satu bentuk usaha yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dalam hukum positif Indonesia, Firma telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Firma memenuhi unsur-unsur sebagai perusahaan sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Badan Usaha;
“Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan, baik yang diselenggarakan oleh perorangan maupun badan hukum atau bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Jenis Dan Penggunaan Nama Bersama Persekutuan Firma
Jenis & Penggunaan Nama Bersam Persekutuan Firma (Fa)

A. Jenis Persekutuan Firma

Jenis Persekutuan Firma dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Persekutuan Firma Dagang adalah Persekutuan Firma yang Kegiatan usaha Utamanya adalah Memproduksi atau Membeli dan menjual barang-barang.
  2. Non Dagang Adalah Persekutuan Firma yang menjual jasa. Firma ini dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
  • Persekutuan Firma Umum dan terbatas adalah Persekutuan Firma dimana Semua sekutu boleh bertindak secara umum atas Nama perusahaan dan masing-masing sekutu dapat bertanggungjawab akan kewajiban- kewajiban perusahaan.
  • Perusahaan Saham Patungan adalah Persekutuan Firma yang didirikan dengan struktur modal dalam bentuk saham pindah tangan (saham yang dapat dipindahtangankan).

B. Penggunaan Nama Bersama

Firma (Fa) artinya nama bersama. Penggunaan nama bersama untuk nama perusahaan dapat dilakukan dengan caara berikut ini:
  1. Menggunakan nama seorang sekutu, misalnya Fa Haji Tawi.
  2. Menggunakan nama seorang sekutu dengan tambahan yang menunjukkan anggota keluarganya, misalnya Firma Ibrahim About and Brothers, disingkat Fa Ibrahim Aboud & Bros. Artinya, perusahaan persekutuan ini beranggota Ibrahim Aboud dan saudara-saudaranya (adik beradik).
  3. Menggunakan himpunan nama semua sekutu secara singkatan, misalnya Fa Astra (singkatan Ali, Sumarni, Tantowi, Rafi’ah, dan Astaman).
  4. Menggunakan nama bidang usaha, misalnya Fa Ayam Buras yang kegiatan usahanya beternak ayam bukan ras.
  5. Menggunakan nama lain, misalnya Fa Serasan Sekate, Fa musi Jaya, Fa Sumber Rejeki.
Pada firma, kepribadian para sekutu yang bersifat kekeluargaan sangat diutamakan. Hal ini dapat dimaklumi karena sekutu dalam persekutuan firma adalah anggota keluarga ataupun teman sejawat, yang bekerja sama secara aktif menjalankan perusahaan mencari keuntungan bersama dengan tanggung jawab bersama secara pribadi. 

Sumber Hukum :

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (WvK),
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Badan Usaha

Referensi :

  1. Abdul Kadir Muhammad, 1996, Hukum Perseroan Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung.
  2. Ibrahim, Johannes. Hukum Organisasi Perusahaan: Pola Kemitraan Dan Badan Hukum. Bandung: Refika Aditama, 2006 
  3. http://artonang.blogspot.co.id/2015/12/badan-hukum.html
  4. http://artonang.blogspot.co.id/2015/12/badan-hukum.html
  5. http://artonang.blogspot.co.id/2014/12/hukum-perdata.html
  6. http://artonang.blogspot.co.id/2015/12/bisnis-atau-usaha.html 
Share This Article
Komentar Anda