close
close

Kelebihan Dan Kelemahan Firma (Fa)


Kelebihan Dan Kelemahan Firma (Fa) - Persekutuan Firma (Fa) atau Vennootschap Onder Fen Firm merupakan suatu persekutuan atau perjanjian antara dua orang atau lebih untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama. Jadi, syarat untuk mendirikan firma paing sedikit harus ada 2 orang. Ikatan perjanjian yang dilaukan oleh orang-orang yang mengikatkan diri tersebut dapat dilakukan di hadapan Notaries.

Pengertian Firma menurut Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang bahwa “Perseroan Firma adalah tiap-tiap perserikatan yang didirikan untuk menjalankan suatu perusahaan di bawah satu nama bersama”


Kelebihan Dan Kelemahan Firma (Fa)
Kelebihan & Kelemahan Firma (Fa)

A. Kelebihan Firma (Fa)

  1. Kelangsungan badan usaha lebih terjamin;
  2. Pinjaman untuk modal lebih mudah diperoleh;
  3. Firma memiliki kemampuan finansial lebih besar;
  4. Dalam firma, setiap keputusan diambil bersama sehingga dimungkinkan adanya keputusan yang lebih baik;
  5. Firma memiliki status hukum jelas;
  6. Adanya pembagian kerja di antara anggota firma sesuai dengan kecakapan serta keahliannya masing-masing;
  7. Dapat menghimpun modal yang lebih besar, karena bersama-sama dibandingkan dengan usaha perseorangan;
  8. Badan usaha firma lebih mudah untuk memperluas usahanya;
  9. Kemampuan manajemen badan usaha firma lebih besar karena adanya permbagian kerja di antara para anggota;
  10. Risiko ditanggung bersama pemilik;
  11. Badan usaha firma tidak memerlukan akte, jadi pendiriannya relatif lebih mudah. Hanya memerlukan izin dari aparat pemerintahan. Jika dua orang atau lebih memutuskan untuk bekerja sama, maka otomatis telah membentuk persekutuan (firma); dan
  12. Tidak ada pajak yang dikenakan terhadap persekutuan. pajak dikenakan terhadap masing-masing anggota secara pribadi, dibanding Perusahaan Perseorangan Terbatas (PT)

B. Kelemahan Firma (Fa)

  1. Sulit dalam mengambil keputusan karena adanya perbedaan pendapat dari kedua pemimpin;
  2. Tidak ada pemisah harta kekayaan antara hak milik dengan Firma. Jika mengalami bangkrut, maka harta pribadi ikut dipertanggungkan;
  3. Adanya tanggung jawab tak terbatas atas utang-utang perusahaan;
  4. Kontinuitas firma kurang terjamin karena keluarnya salah satu anggota berarti firma bubar;
  5. Kekurangcakapan salah satu anggota menimbulkan kerugian atas firma, yang mengakibatkan anggota lain turut menanggung;
  6. Rawan konflik internal, yaitu ketegangan di antara anggota firma yang dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan;
  7. Hubungan antar sekutu mudah retak. ( Kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat di antara pendiri);
  8. Kewajiban bersama dan kewajiban tak terbatas dapat menimbulkan kewajiban pribadi;
  9. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan;
  10. Perjanjian persekutuan sulit untuk dirumuskan. Karena setiap sekutu lama keluar atau ada sekutu baru masuk dalam firma maka firma tersebut harus membuat perjanjian firma yang baru;
  11. Apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama maka secara otomatis badan usaha firma menjadi bubar sehingga kelangsungan perusahaan tidak menentu; dan
  12. Pengambilan keputusan lambat karena harus musyawarah
Sebagai sebuah badan usaha maka Firma berkewajiban untuk mendaftarkan NPWP yang terpisah dengan kewajiban para pemiliknya. Keuntungan usaha merupakan penghasilannya Firma yang akan dikenai pajak dan dilaporkan oleh Firma sebagai Wajib Pajak. Sedangkan penghasilan seorang investor dari penanaman modal di Firma adalah penghasilan berupa pembagian laba. Jika seorang investor juga aktif menjalankan usaha, investor dapat saja menerima tambahan penghasilan lain berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya.

Sumber Hukum :

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (WvK),

Referensi :

  1. Sanusi Bintang & Dahlan, 2000, Pokok-Pokok Hukum Ekonomi dan Bisnis, Citra Aditya Bakti, Bandung.
  2. Johannes Ibrahim. Hukum Organisasi Perusahaan: Pola Kemitraan Dan Badan Hukum. Bandung: PT. Refika Aditama, 2006 
  3. Gunawan Widjaja. Seri Aspek Hukum Dalam Bisnis: Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma, Dan Persekutuan Komanditer. Jakarta: Kencana, 2006 
  4. Eddi Sopandi. Beberapa Hal Dan Catatan Berupa Tanya Jawab Hukum Bisnis. Bandung: PT. Refika Aditama, 2003  
  5. http://artonang.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-unsur-ciri-dan-sifat.html
  6. http://artonang.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-jenis-dan-fungsi-badan-usaha.html
Share This Article
Komentar Anda